PPI MALAYSIA

Zoom: Sebahaya Apa Sih?

Published by Divisi Komunikasi dan Informasi on

Ahmad Naufal Aisyi & Salma Alzahra (Komunikasi dan Informasi PPI Malaysia)

Pemberlakuan lockdown serta bekerja dari rumah yang diakibatkan oleh coronavirus atau covid-19 yang melanda dunia telah membuat pergeseran bagi beberapa aktivitas untuk dapat dilakukan secara online. Hal ini mengakibatkan penggunaan platform konferensi video, salah satunya  Zoom begitu cepat meningkat.

Pada bulan lalu, terdapat  kenaikan hingga  535% dalam lalu lintas harian ke halaman unduhan Zoom.us, menurut analisis dari perusahaan analytics SimilarWeb . Bahkan politisi dan tokoh penting lainnya, termasuk Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson , dan Mantan Ketua Cadangan Federal Amerika Serikat, Alan Greenspan , menggunakannya untuk konferensi ketika mereka bekerja dari rumah.

Tetapi peneliti keamanan mengatakan aplikasi ini adalah ‘bencana privasi’, karena sempat terjadi insiden kebocoran informasi penguna.

Pada 30 Maret 2020, Jaksa Agung New York, Letitia James, mengirim surat kepada perusahaan Zoom dan memintanya untuk menguraikan langkah-langkah yang telah diambil untuk mengatasi masalah keamanan dan mengakomodasi kenaikan jumlah pengguna.

Dalam surat itu, James mengatakan Zoom lambat mengatasi kerentanan keamanan yang dapat memungkinkan pihak ketiga, mendapatkan akses diam-diam ke webcam pengguna. SpaceX sebelumnya mengunakan Zoom, bagi semua karyawan untuk saling berkomunikasi. Karena tidak nyaman dengan kerentanan software Zoom, semua karyawan diminta tidak lagi mengunakan Zoom.

Inilah yang perlu Anda ketahui tentang permasalahan yang dialami Zoom:

‘Zoom bombing’ meningkat

Pada Senin (30/03), FBI mengumumkan sedang menyelidiki peningkatan kasus pembajakan video, juga dikenal sebagai “pemboman Zoom”, dimana peretas menyusup ke pertemuan video, sering meneriakkan cercaan rasial atau bahkan ancaman.

Perusahaan keamanan Checkpoint menyampaikan bahwa software konferensi zoom dapat diakses dengan URL berbasis nomor pendek, yang dapat dengan mudah dihasilkan dan ditebak oleh peretas. Zoom telah merilis pedoman dalam beberapa hari terakhir tentang bagaimana mencegah tamu yang tidak diinginkan untuk dapat masuk ke dalam koneksi video bagi para penggunanya.

Tidak ada enkripsi end to end

Zoom secara salah mengiklankan dirinya sebagai pengguna encryption end to end , yang mana sebuah sistem yang mengamankan komunikasi yang hanya dapat dibaca oleh pengguna yang terlibat. Namun, Zoom mengonfirmasi bahwa enkripsi end to end yang diterapkan pada video Zoom tersebut tidak memungkinkan. Sehingga, Zoom meminta maaf atas kebingungan yang diakibatkan oleh pernyataan sebelumnya.

Kelemahan keamanan

Sejumlah kekurangan keamanan yang mempengaruhi Zoom telah dilaporkan sedari dulu dan mulai dilaporkan kembali pada kahir-akhir ini.  Pada tahun 2019, terungkap bahwa Zoom diam-diam telah menginstal server web tersembunyi pada perangkat pengguna yang dapat memungkinkan pengguna untuk ditambahkan ke panggilan tanpa izin mereka. Kemudian, bug yang ditemukan akhir-akhir ini  dapat memungkinkan peretas mengambil alih perangkat pengguna Zoom, termasuk melihat webcam dan meretas mikrofon.  Arvind Narayanan, seorang Profesor Ilmu Komputer di Princeton University mengatakan bahwa Zoom adalah malware.

Menjual data pengguna

Laporan dari Motherboard menemukan bahwa Zoom mengirimkan data dari pengguna aplikasi iOS ke Facebook untuk tujuan periklanan, walaupun pengguna terkait tidak memiliki akun Facebook.  Menurut Motherboard dikutip dalam gugatan yang diajukan di Pengadilan Federal di California, menuduh Zoom gagal melindungi dengan baik informasi pribadi dari peningkatan jutaan pengguna di platformnya.    

Cacat privasi ini juga disebutkan dalam surat dari James, yang mencatat pelanggaran privasi semacam itu bisa menjadi perhatian khusus karena banyak sekolah yang bermigrasi ke Zoom untuk melakukan kelas secara online.

Zoom Telah Dilarang di Beberapa Negara

Banyak negara yang sudah melarang penggunaan aplikasi Zoom dikarenakan banyaknya kejadian yang tidak diinginkan, seperti bocornya data pribadi pengguna (email dan foto), adanya orang tidak dikenal yang masuk ke dalam pertemuan, dan ditambah lagi dengan pernyataan direktur utama dari aplikasi ini, Eric Yuan, yang mengakui aplikasinya bergerak terlalu cepat dan salah mengambil langkah.

Pemerintah Taiwan telah melarang penggunaan Zoom atas masalah keamanan dan privasi. Larangan ini muncul setelah Zoom mengakui kesalahan keamanannya. Angkatan Pertahanan Australia juga melarang anggotanya dalam penggunaan Zoom karena insiden adanya komedian yang masuk ke pertemuan mereka. Singapura juga telah menangguhkan penggunaan aplikasi Zoom oleh para guru setelah ada insiden yang melibatkan gambar tidak senonoh muncul secara tiba-tiba di layar dan seorang pria asing membuat komentar tidak baik selama streaming berlangsung. Selain itu, Senat Amerika Serikat juga sudah mendesak anggotanya untuk memilih platform lain karena masalah keamanan, namun mereka belum mengeluarkan larangan langsung.

Terdapat juga negara-negara atau wilayah-wilayah yang tidak dapat mengakses Zoom karena alasan pengaturan, sepertiBelarus, Burundi, Republik Afrika Tengah, Kuba, Republik Demokrasi, Kongo, Iran, Irak, Libanon, Libya, Mali, Nikaragua, Korea Utara, Pakistan (Telepon Zoom), Somalia, Sudan dan Darfur, Sudan Selatan, Sanksi Suriah, Ukraina (Wilayah Krimea), United Arab Emirates (UAE), Venezuela, Yaman, dan Zimbabwe.

Namun jangan khawatir, bagi teman-teman yang ingin tetap melakukan konferensi video melalui aplikasi Zoom tersebut, teman-teman harus memperhatikan trik-trik di bawah ini:

  1. Jangan menggunakan Personal Meeting ID Anda untuk rapat. Alih-alih, gunakan ID per-pertemuan, eksklusif untuk satu kali pertemuan. Halaman dukungan Zoom menawarkan penelusuran video tentang cara membuat ID pertemuan secara acak demi keamanan ekstra.
  2. Aktifkan fitur “Ruang Tunggu” sehingga Anda dapat melihat siapa yang mencoba bergabung sebelum mengizinkan mereka mengakses. Seperti banyak fungsi privasi lainnya, hackers yang sudah terampil terkadang dapat melewati kontrol ini, tetapi dengan menampahkan fitur ini dapat meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan. Untuk mengaktifkan fitur Ruang Tunggu, buka Manajemen Akun> Pengaturan Akun. Klik Pertemuan/ Meeting, lalu klik Ruang Tunggu untuk mengaktifkan pengaturan.
  3. Setelah pertemuan di dalam video Zoom dimulai dan semua orang telah hadir, lock atau kunci laman pertemuan dari orang luar serta tentukan setidaknya dua admin/host. Admin/host di dalam dapat bersama-bersama dalam membantu mengendalikan situasi jika ada orang yang ingin mencoba menyusup ke dalam.

Alternatif Platform Konferensi Video

Ada banyak platform alternatif yang dapat digunakan untuk dilakukannya diskusi secara online. Aplikasi-aplikasi berikut berfungsi untuk membuat pengguna-pengguna saling berkolaborasi melalui video, gambar, dan suara melalui smartphone ataupun perangkat komputer.

Platform pertama yang akan kami rekomendasikan adalah WebEx. Dari sekian banyak jenis layanan WebEx, Cisco WebEx Meeting Center adalah layanan yang sering digunakan untuk dilakukannya diskusi secara online. Jumlah maksimum peserta dalam rapat WebEx adalah  1000 koneksi komputer / aplikasi (menghubungkan melalui aplikasi seluler Webex atau https://uichicago.webex.com) dan 25 total panggilan-masuk/ koneksi video-telepon saja (menghubungkan melalui “Bergabung dengan telepon”). WebEx memudahkan pengguna dengan fitur berbagi desktoppengguna lain dan juga sebaliknya. Hal ini memudahkan para pengguna untuk melakukan presentasi. Lalu, WebEx menyediakan ikon bergerak yang muncul di layar pengguna, sehingga para pengguna dapat mengidentifikasi siapa yang sedang berbicara. WebEx juga memiliki fitur rekam suara. Aplikasi kedua adalah aplikasi dari Google, yaitu Google Hangout Meet, atau lebih dikenal dengan sebutan Google Meet. Sebenarnya Google Meet adalah aplikasi berbayar, tetapi sejak bulan Maret 2020 sampai dengan September 2020, aplikasi ini digratiskan karena adanya pandemik COVID-19. Aplikasi ini dapat digunakan oleh 250 pengguna dalam satu kali panggilan. Untuk menggunakan aplikasi ini, perlu dibuatnya akun G Suite terlebih dahulu. Jika pengguna edisi G Suite Enterprise memakai nomor dial-in, maka kata sandi atau password pengguna akan terlindungi. Untuk mengakses Google Meet, anda bisa membuka https://meet.google.com. Aplikasi dari Google ini juga memiliki fitur rekam pertemuan yang dapat disimpan di Google Drive.

Microsoft Teams adalah salah satu alternatif platform oleh Microsoft untuk mengobrol, rapat, melakukan panggilan, dan berkolaborasi. Tim dengan 10 atau 10.000 anggota dapat melakukan rapat bersama. Pengguna dapat mengakses, berbagi, dan mengedit file dokumen Word, PowerPoint, dan Excel secara realtime. Fitur seperti pengatur jadwal, pencatat notula, berbagi layar, perekaman rapat, dan pesan instan juga disediakan oleh Microsoft Teams. Aplikasi terakhir yang akan kami rekomendasikan adalah Skype. Walaupun aplikasi ini hanya memiliki batas maksimum peserta rapat sejumlah 50 orang, aplikasi ini dianggap paling aman dikarenakan pengguna Skype tidak harus membuat akun yang melibatkan data pribadi sehingga keamanan pengguna lebih terjaga. Seperti aplikasi-aplikasi lainnya, Skype juga memiliki fitur untuk merekam pertemuan dan juga fitur untuk berbagi layar desktop.

Sumber:

https://www.theguardian.com/technology/2020/apr/02/zoom-technology-security-coronavirus-video-conferencing

https://www.techrepublic.com/article/who-has-banned-zoom-google-nasa-and-more/

https://www.zdnet.com/article/taiwan-instructs-government-agencies-not-to-use-zoom/

https://www.theguardian.com/world/2020/apr/11/singapore-bans-teachers-using-zoom-after-hackers-post-obscene-images-on-screen

Aplikasi Google Meet, Konferensi Rapat Online Gratis

https://www.tek.id/tek/google-meet-perpanjang-akses-gratis-di-fiturnya-b1ZLq9h4k


0 Comments

Leave a Reply