PPI MALAYSIA

Diskusi Mahasiswa Bersatu Sesi 5: Pembahasan Pamungkas COVID-19 Bersama Pemateri Nasional

Published by Muhammad Khairy Hanif on

Nabila Imanina – 10 Mei 2020 | 21.29 WIB

Diskusi Mahasiswa Bersatu yang telah berjalan selama dua hari terakhir dan terbagi menjadi 4 sesi diskusi, hari ini terhitung hari ketiga diskusi webinar ini yang mana menjadi hari terakhir dan sesi terakhir dengan topik penutup “COVID-19: Antara Ekonomi, Virus, dan Keberlangsungan Hidup”.

Livestream Webinar diskusi ini diisi oleh M. Hanif Dhakiri, Menteri Ketenagakerjaan RI 2009-2014, Mardigu Wowiek Prasantyo, Die Hard Entrepreneur, Owner 32 Perusahaan Multi Nasional dan Founder Rumah Yatim Indonesia, dr. Tirta Mandira Hudhi, Dokter, Influencer dan Relawan, Remy Hastian, Koordinator Pusat BEM di seluruh Indonesia, M. Rajiv Syarif sebagai Ketua Umum PPI Malaysia 2019/2020 yang di moderatori oleh Fajru Shofil Ula, Mahasiswa International Islamic University Malaysia.

Diskusi ini dibuka Bapak Hanif dengan membahas tentang adaptasi lifestyle yang baru menjadi “the new normal” serta formalitas dan informalitas. Dilanjut oleh Bapak Mardigu Wowiek membahas dampak corona melalui perspektif ekonomi, mereferensi poin pak Hanif dengan penggantian pekerja dari formal menjadi informal.

Diskusi hangat terus berlanjut di antara para panelis melalui perspektif ekonomi serta pendekatan komparatif tentang apa tindakan yang paling tepat untuk menstabilkan ekonomi Indonesia serta aktor yang paling terdampak yaitu UMKM. Dengan diangkatnya poin tersebut, diskusi menjadi memanas dan dilanjut oleh dr. Tirta yang juga selaku entrepreneur menekankan betapa terdampaknya UMKM khususnya di industri sandang dan kebutuhan tersier, sebagai relawan pun Ia telah melihat bagaimana masalah-masalah yang sebenarnya terjadi di lapangan dan sangat amat menekankan untuk melawan musuh kita saat ini yaitu COVID-19 dengan cara memutus tali silaturahmi. Hal ini dipaparkan oleh dr. Tirta mengingat budaya tersebut yang sangat melekat di Indonesia melalui berbagai aktivitas ‘kumpul-kumpul’.

Ia pun menegaskan tantangan untuk merealisasikan ide tersebut dikarenakan budaya yang sudah di turun temurun dilakukan membuat hal tersebut sangat susah untuk dilakukan serta dilatarbelakangi oleh keragaman karakter penduduk Indonesia sehingga tidak dapat dibandingkan dengan karakter penduduk negara lain.

Diskusi panas ini diikuti oleh opini Ketua BEM serta para mahasiswa-mahasiswa PPI, yang mana menjadi akhir dari diskusi hari ini dan ditutup oleh Ketua Umum PPI Malaysia, M. Rajiv Syarif. Dengan itu, program ‘Diskusi Mahasiswa Bersatu’ telah resmi ditutup, namun webinar tersebut telah diabadikan dan dapat terus disaksikan kapan saja di kanal Youtube PPI Malaysia.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply