PPI MALAYSIA

Pernyataan Bersama Pemimpin Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam tentang Peningkatan Kekerasan oleh Israel di Wilayah Pendudukan Palestina

Published by Divisi Komunikasi dan Informasi on

Pewarta: Nathania Ayesha Rasty

Pemerintah Malaysia, Indonesia, dan Brunei Darussalam telah resmi mengeluarkan pernyataan bersama tentang agresi Israel di wilayah Palestina pada tanggal 16 Mei lalu. Dalam keputusan tersebut, ketiga negara mengutuk agresi Israel yang menyebabkan kekerasan di Yerusalem Timur dan Jalur Gaza.

Keterangan tertulis pernyataan bersama Malaysia, Indonesia, dan Brunei diunggah oleh Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin dalam akun Instagramnya. Tak hanya Perdana Menteri Malaysia, Presiden Indonesia Joko Widodo juga mengunggah surat tersebut dalam akun Twitternya.

Ketiga negara menyebut Israel telah melanggar hukum internasional, termasuk hukum kemanusiaan, dan hak asasi manusia. Mereka juga mengatakan bahwa tindakan Israel terhadap Palestina dinilai tidak manusiawi, kolonial, dan apartheid.

Dalam usaha ketiga negara tersebut mendukung kemerdekaan Palestina, mereka juga mendesak kedua belah pihak untuk menerima kehadiran internasional sementara di Kota Al-Quds untuk memantau penghentian permusuhan di Wilayah Pendudukan Palestina.

Oleh karena itu, ketiganya mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) agar bertindak cepat dalam mengambil langkah-langkah untuk melindungi warga sipil Palestina. Mengingat fungsi PBB adalah untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia.

Mereka juga menyerukan kepada warga dunia untuk tetap teguh dalam komitmen mereka untuk menjaga “solusi dua negara” untuk mencapai Negara Palestina yang merdeka.

Ketiga Dewan Negara tersebut menegaskan kembali solidaritas dan komitmennya kepada rakyat Palestina, termasuk hak mereka untuk menentukan nasib sendiri, dan pembentukan Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

Agresi Israel di wilayah Palestina yang diduduki, khususnya di Al-Quds Al-Shareef atau Yerusalem dan Jalur Gaza, menimbulkan kekhawatiran. Diperkirakan lebih dari 150 orang tewas, termasuk wanita dan anak-anak, dan ratusan bahkan ribuan orang kehilangan rumah.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply