PPI MALAYSIA

Perkembangan Kasus COVID-19 dan Kebijakan Pemerintah di Malaysia

Published by malaysiaadmin on

Azzahra Saskia Aini – 23 Maret 2020 | 12.00 MYT

Kuala Lumpur (23/03) – Sejumlah 123 kasus positif COVID-19 di Malaysia baru saja dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Malaysia pada hari Minggu, 22 Maret 2020 kemarin. Sebanyak 74 kasus berkaitan dengan kelompok majelis tabligh akbar di Masjid Jamek Sri Petaling dan 49 kasus lainnya terkait dengan kelompok lain yang masih dalam penyelidikan untuk kepastian. Hal tersebut mengakibatkan akumulasi jumlah kasus COVID-19 di Malaysia pada hari Minggu (22/03/2020) mencapai 1306 orang, dengan 139 pasien yang telah sembuh dan dipulangkan dari rumah sakit dan 10 orang yang telah meninggal.

Pemerintah Malaysia mengeluarkan beberapa kebijakan demi mengekang pertumbuhan kasus positif COVID-19 di Malaysia. Berikut ini adalah berapa kebijakan yang diutarakan oleh pemerintah Malaysia

PERINTAH KONTROL GERAKAN

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dalam pidatonya pada Senin (16/3/20200) malam mengumumkan, pemerintah Malaysia akan melaksanakan Perintah Kontrol Gerakan terhitung pada Rabu,18 Maret 2020 hingga Selasa, 31 Maret 2020 nanti. Keputusan Muhyiddin ini dilatarbelakangi untuk mencegah penyebaran virus corona. Kebijakan tersebut membatasi semua pertemuan dan gerakan nasional dengan penutupan tempat umum, ibadah serta toko/tempat usaha, membatasi warga negara Malaysia untuk ke luar negeri dan untuk warga yang kembali ke Malaysia diharuskan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan karantina secara sukarela selama 14 hari, melarang turis dan pengunjung asing ke Malaysia, menutup semua institut pendidikan, lembaga publik dan swasta, serta semua bangunan pemerintah dan swasta kecuali layanan penting seperti air, listrik, energi, dll.

PENANGGUNGAN KEBUTUHAN MAKANAN PELAJAR

Pemerintah Malaysia akan menanggung biaya makanan semua pelajar universitas yang tidak bisa kembali ke rumah karena Perintah Kontrol Gerakan. Dilansir dari bharian.com, Menteri Senior (Keamanan), Datuk Seri Ismail Sabri Yakoob, mengatakan orang tua tidak perlu khawatir tentang anak-anak mereka karena pemerintah Malaysia bertanggung jawab penuh atas pengeluaran makanan mereka. “Insya Allah para siswa berada dalam kenyamanan kampus tempat tinggal mereka dan makanan disediakan dan sepenuhnya didanai oleh pemerintah” Ungkapnya pada hari Jumat (20/03/2020) saat konferensi pers di Putrajaya. Ismail Sabri juga mengatakan bahwa terdapat 60.000 siswa yang saat ini berada di asrama perguruan tinggi dan bahwa jumlah aktual alokasi untuk pengeluaran makanan akan dikelola oleh Agensi Pengurusan Bencana Negara (NADMA).

PENGERAHAN ANGKATAN BERSENJATA MALAYSIA (ATM)

Dalam sebuah pernyataan pers pada hari Jumat, 20 Maret 2020, Kantor Perdana Menteri Malaysia menyatakan bahwa Angkatan Bersenjata Malaysia (ATM) akan membantu Polis Diraja Malaysia (PDRM) untuk memberlakukan kebijakan Perintah Kontrol Gerakan. Dilansir dari liputan6.com, terhitung sejak hari Minggu, 22 Maret 2020 pukul 12.01 siang waktu Malaysia, tim ATM bergabung dengan tim PDRM untuk mengekang penyebaran virus corona di Malaysia. Kebijakan ini diberlakukan karena setelah hari kedua pelaksanaannya, Perintah Kontrol Gerakan hanya diikuti oleh 60% orang saja di Malaysia. Selama Perintah Kontrol Gerakan, semua anggota masyarakat di Malaysia diwajibkan untuk mengikuti semua instruksi dari pemerintah, dan tindakan tegas akan diberlakukan terhadap orang yang melanggar atau tidak patuh pada perintah.

PEMBERIAN TUNJANGAN KHUSUS

Pemerintah Malaysia memberikan tunjangan khusus sebesar RM400 per bulan kepada petugas kesehatan seperti dokter dan staf medis lainnya sebagai bentuk apresiasi dalam perang melawan virus corona di Malaysia. Tunjangan khusus sebesar RM200 juga akan diberikan kepada petugas Imigrasi dan staf lain yang terlibat. Selain itu, RM600 juga akan diberikan sebanyak satu kali kepada pengemudi taksi dan pemandu bus dan wisata. “Tunjangan khusus berlaku mulai Februari 2020 hingga wabah ini berakhir. Sampai saat ini, Departemen Kesehatan Malaysia telah menghabiskan RM150 juta untuk pembelian peralatan, obat-obatan dan bahan habis pakai dalam upaya untuk mengendalikan wabah COVID-19” ungkap Perdana Menteri Interim Malaysia, Tun Dr Mahathir Mohamad dalam pidatonya tentang paket stimulus ekonomi 2020 di Pejabat Perdana Menteri di Putrajaya. Harapnya, paket stimulus ekonomi yang disiapkan pemerintah Malaysia dapat mengelola dan mengendalikan wabah COVID-19 dengan baik.

PEMBERIAN BANTUAN PEMERINTAH

Pemerintah Malaysia memberikan 12 jenis bantuan dan insentif bagi warga Malaysia pada saat krisis COVID-19 ini. Dilansir dari umno-online.my, dari 12 bantuan yang akan diberikan, beberapa diantaranya adalah penanggungan biaya potongan tagihan listrik sebesar RM662 juta selama 6 bulan terhitung dari 1 April 2020, penundaan pembayaran pinjaman PTPTN selama 3 bulan kepada hampir 1,5 juta peminjam, penangguhan bayaran pinjaman MARA selama 3 bulan, pemberian bantuan JKM kepada 500,000 penerima dengan total RM150 juta, pemberian sewa gratis selama satu bulan untuk tempat bisnis DBKL dan pembayaran penuh untuk 500 pekerja harian DBKL. Selain itu, anggaran tambahan sebesar RM160 juta juga dialokasikan kepada Departemen Kesehatan untuk 26 Rumah Sakit di Malaysia untuk pembelian obat-obatan, peralatan kesehatan dan lainnya.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply