PPI MALAYSIA

Perkembangan COVID-19 dan Kebijakan Pemerintah di Indonesia

Published by malaysiaadmin on

Azzahra Saskia Aini – 22 Maret 2020 | 16.00 MYT

Kuala Lumpur (22/03) – Jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia pada minggu ini meningkat secara drastis . Selama 24 jam terakhir, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan terdapat total 81 kasus baru COVID-19. Pada saat penulisan, total kasus terkonfirmasi COVID-19 di Indonesia berada pada 450 kasus  sejak  dua  kasus pertama yang diumumkan saat 2 Maret 2020 lalu, dengan 20 pasien yang pulih dan telah dipulangkan dan sebanyak 38  pasien yang telah meninggal dunia.

​Dengan semakin merebaknya virus corona di Indonesia, tentunya Pemerintah Indonesia berupaya semaksimal mungkin untuk menekan penyebaran virus corona di Indonesia. Berikut  ini adalah beberapa kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah Indonesia terkait dengan pencegahanpenyebaran virus corona.

PEMBATASAN PERLINTASAN ORANG DARI DAN KE INDONESIA

Sejak hari Jumat pukul 00.00 WIB (20/3/2020), pemerintahIndonesia memberlakukan kebijakan tambahan terkaitperlintasan orang dari dan ke Indonesia. Kebijakan inidikeluarkan mengingat kasus infeksi virus corona di Indonesia terus bertambah. Dikutip dari Kemlu.go.id, pemerintah menghimbau Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini sedang berpergian ke luar negeri untuk segerakembali ke Indonesia sebelum mengalami kesulitanpenerbangan. Pemerintah Indonesia juga memutuskan bahwakebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK), Visa KunjunganSaat Kedatangan (Visa on Arrival) dan Bebas Visa Diplomatik/Dinas akan ditangguhkan selama 1 bulan. Kebijakan ini bersifat sementara dan akan dievaluasi sesuaiperkembangan, seperti yang dikatakan oleh Menteri LuarNegeri Retno Marsudi dalam keterangan tertulisnya pada hariSelasa (17/03/2020).

PEMESANAN 5 JUTA OBAT PENCEGAH COVID-19

Pada hari Jumat lalu (20/3/2020), melalui siaran live streaming di akun YouTube Sekretariat Presiden, PresidenJoko Widodo (Jokowi) menyampaikan telah memesan 5 jutaobat yang di indikasikan ampuh untuk penyembuhan pasienyang terinfeksi virus corona di Indonesia. Dua jenis obattersebut adalah Avigan dan Klorokuin. Obat avigan telahdidatangkan sebanyak 5000 butir dan dalam proses pemesanan 2 juta butir. Sementara obat klorokuin juga sudahdisiapkan sebanyak 3 juta butir. Kedua obat tersebut telahdicoba oleh beberapa negara dan terbukti memberikankesembuhan. Obat tersebut akan sampai ke pasien melaluidokter keliling dari rumah ke rumah, serta melalui rumah sakitdan puskesmas di kawasan terinfeksi. Jokowi juga memintaperusahaan BUMN yang memproduksi obat tersebut untukmemperbanyak produksinya.

TIDAK ADANYA PENERAPAN LOCKDOWN

Dilansir dari detik.com, Kepala BPNPB sekaligus KetuaGugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 DoniMonardo menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi)telah memberikan interuksi kepada dirinya untuk tidakmengambil langkah lockdown. “Sekali lagi saya tegaskan, pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi yang juga telahmemberikan interuksi kepada kepala gugus tugas tidak akanada lockdown” ungkap Doni pada Minggu (22/3/2020).Alasan pemerintah Indonesia tidak menerapkan lockdown ataukarantina wilayah, berkaitan dengan aktivitas perekonomianmasyarakat. Dikutip dari Liputan6.com, Tim Pakar GugusTugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmitopada hari Rabu (18/3/2020) menyampaikan “Di Indonesia banyak sekali yang bekerja mengandalkan upah harian. Itumenjadi salah satu kepedulian pemerintah, supaya aktivitasekonomi tetap berjalan,”.

TES MASSAL CORONA

Korea Selatan (Korsel) telah sukses menerapkan tes massaluntuk deteksi dini pasien yang mempunyai peluang terpaparvirus corona atau COVID-19. Melihat kesuksesan Korea Selatan, kebijakan yang sama juga akan segera diberlakukandi Indonesia. Dilaporkan oleh CNBC Indonesia, PresidenJoko Widodo (Jokowi) telah memberikan perintah untukmelakukan tes massal corona. Beliau menginginkan testersebut diperbanyak di tempat-tempat untuk melakukan tesdan melibatkan banyak pemangku kepentingan terkait. “Saya minta rapid test terus diperbanyak dan juga diperbanyak di tempat-tempat untuk melakukan tes dan melibatkan rumahsakit baik pemerintah, milik BUMN, pemerintah daerah, rumah sakit milik TNI, Polri, dan swasta yang mendapatkanrekomendasi Kementerian Kesehatan,” ujarnya pada Kamis(19/3/2002). Dengan adanya deteksi dini pasien, diharapkanpenyebaran virus corona di Indonesia bisa berkurang.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply