PPI MALAYSIA

Pembalap Indonesia, Afridza Munandar Meninggal Dunia

Published by malaysiaadmin on

Pebalap Indonesia, kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, Afridza Munandar meninggal dunia setelah insiden balapan di perlombaan Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia (02/11).
Berdasarkan informasi yang dirilis oleh motogp.com, insiden itu terjadi di tikungan 10 pada lap pertama, Begitu ingin memasuki tikungan 10, Afridza Munandar terlihat bersenggolan dengan pembalap bernomor 11 yaitu Takuma Matsuyama. Setelah bersenggolan, Afridza Munandar terlihat terjatuh, kemudian lomba segera ditandai dengan bendera merah berarti balapan dihentikan.
Pemain berusia 20 tahun itu pertama kali menerima perawatan medis di sisi lintasan sebelum dipindahkan ke Rumah Sakit Kuala Lumpur dengan helikopter. Terlepas dari upaya terbaik dari staf medis wilayah dan orang-orang di rumah sakit, Afridza Munandar meninggal karena luka-luka yang dideritanya.
Munandar adalah salah satu pembalap yang menonjol di musim IATC sejauh ini dengan mengambil dua kemenangan, dua tempat kedua, dan dua finish di tempat ketiga.
IATC adalah ajang balap motor GP di Malaysia dan kematiannya adalah kematian kedua dalam sejarah GP Malaysia setelah pembalap Italia Marco Simoncelli meninggal di GP Malaysia edisi 2011 setelah ia tertabrak saat balapan.
Kami segenap PPI Malaysia turut berbelasungkawa terdalam bagi, Almarhum Afridza Munandar, sosok anak bangsa yang mengharumkan nama Indonesia di kancah kejuaraan internasional motogp.Semoga Tuhan menerima amal perbuatan perbuatan beliau dan keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan kesabaran dan ketabahan.

Pebalap Indonesia, kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, Afridza Munandar meninggal dunia setelah insiden balapan di perlombaan Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia (02/11).
Berdasarkan informasi yang dirilis oleh motogp.com, insiden itu terjadi di tikungan 10 pada lap pertama, Begitu ingin memasuki tikungan 10, Afridza Munandar terlihat bersenggolan dengan pembalap bernomor 11 yaitu Takuma Matsuyama. Setelah bersenggolan, Afridza Munandar terlihat terjatuh, kemudian lomba segera ditandai dengan bendera merah berarti balapan dihentikan.
Pemain berusia 20 tahun itu pertama kali menerima perawatan medis di sisi lintasan sebelum dipindahkan ke Rumah Sakit Kuala Lumpur dengan helikopter. Terlepas dari upaya terbaik dari staf medis wilayah dan orang-orang di rumah sakit, Afridza Munandar meninggal karena luka-luka yang dideritanya.
Munandar adalah salah satu pembalap yang menonjol di musim IATC sejauh ini dengan mengambil dua kemenangan, dua tempat kedua, dan dua finish di tempat ketiga.
IATC adalah ajang balap motor GP di Malaysia dan kematiannya adalah kematian kedua dalam sejarah GP Malaysia setelah pembalap Italia Marco Simoncelli meninggal di GP Malaysia edisi 2011 setelah ia tertabrak saat balapan.
Kami segenap PPI Malaysia turut berbelasungkawa terdalam bagi, Almarhum Afridza Munandar, sosok anak bangsa yang mengharumkan nama Indonesia di kancah kejuaraan internasional motogp.Semoga Tuhan menerima amal perbuatan perbuatan beliau dan keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan kesabaran dan ketabahan.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply