PPI MALAYSIA

Pelantikan Pengurus PPIM Periode 2019/2020 dan Dialog Kebangsaan

Published by malaysiaadmin on

Nabila Imanina – 14 Februari 2020 | 22.48 MYT

Kuala Lumpur (14/02) – Pelantikan pengurus PPIM pada Jum’at (14/02/2020)  telah sukses dilaksanakan di Asia Pacific University (APU). Acara tersebut dibuka oleh sambutan Ketua Pelaksana, Faza Muhammad Athaya dan Atase Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Kuala Lumpur, Bapak Cahyo Agung Sumirat. Kemudian, pelantikan dipimpin oleh Bapak Cahyo Agung Sumirat yang diikuti oleh sumpah jabatan pengurus yang dipimpin oleh Ketua PPI Malaysia periode 2019/2020, Muhammad Rajiv Syarif. Dalam sambutannya Saudara Rajiv menyampaikan pidatonya tentang peran mahasiswa sebagai agent of change, social control, dan iron stock serta mengelaborasi arti dari tema PPI Malaysia periode 2019/2020, yaitu Kolaborasi, Harmoni, Kontribusi. 

Setelah selesai melakukan Pelantikan Pengurus PPI Malaysia periode 2019/2020, acara dilanjutkan dengan Dialog Kebangsaan yang dimoderatori oleh Saudara Taufik Surrahman, Koordinator Penelitian dan Kajian Strategis PPI Malaysia 2019/2020. Dialog Kebangsaan tersebut dinarasumberi oleh Bapak Cahyo Agung Sumirat selaku Atase Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Malaysia, YB Datuk Seri Shamsul Iskandar selaku Timbalan Menteri Industri Utama, dan YBhg Dato’ Prof.Dr.Sudin Haron, selaku Pengerusi Majlis Pengerusi Lembaga Pengarah Universiti Awam Malaysia. Dengan mengusung tema “Eksistensi Masyarakat Majemuk dalam Pembangunan Bangsa dan Negara”, dialog menarik tersebut membahas melalui perspektif instansi pemerintah, politisi, dan akademisi. 

Bapak Agung selaku narasumber pertama membahas mengenai kemajemukan bangsa Indonesia yang given melalui proses rekonstruksi yang panjang. Beliau juga menekankan pentingnya mahasiswa untuk mendalami sejarah sebagaimana Sumpah Pemuda dan Pancasila sebagai pemersatu Indonesia setelah maraknya peristiwa separatisme. 

Kemudian, sesi selanjutnya dilanjutkan oleh YBhg Dato’ Prof. Dr. Sudin Haron yang mana beliau percaya bahwa Indonesia akan menjadi negara besar berdasarkan sembilan aspek penting, yaitu geografi, sumber daya alam, populasi, pengembangan ekonomi, moral bangsa, ideologi, struktur politik, kesiapan militer, dan kepemimpinan. Beliau juga menyatakan empat poin untuk mencapai keharmonisan, diantaranya menjalin hubungan yang kuat antar manusia, mengatasi keberagaman, membantu sesama manusia serta keadilan dan kesetaraan. 

Narasumber terakhir, YB Datuk Seri Shamsul Iskandar selaku Timbalan Menteri Industri Utama, membahas betapa beruntungnya Indonesia mempunyai semboyan Bineka Tunggal Ika yang mengikat kemajemukan populasi dan budaya di Indonesia. Selain itu, Timbalan Menteri juga sempat menyinggung beberapa rintangan yang dihadapi negara-negara dunia termasuk Indonesia dan Malaysia didalamnya untuk menghadapi kemajemukan di era kekinian.

Acara Dialog Kebangsaan ditutup dengan sesi tanya jawab dengan para peserta yang hadir. Diskusi tersebut juga berjalan hangat dan menarik. Terakhir, harapan dan do’a dipanjatkan atas dilantiknya pengurus PPI Malaysia 2019/2020. Semoga seluruh pengurus dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab sebaik-baiknya selama satu periode kedepan. 

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply