PPI MALAYSIA

Hari Buruh 2020: May Day di Tengah Corona

Published by Divisi Komunikasi dan Informasi on

Website dan Jurnalistik PPI Malaysia – 1 Mei 2020 | 00.45 MYT

Malaysia.ppi.id – Sudah banyak perayaan dan kegiatan yang tidak terlaksana berhubungan dengan mewabahnya virus corona (covid-19) sejak Januari akhir 2020. Kendati demikian, para pekerja tetap memiliki rencana untuk memperingati Hari Buruh 2020.

Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) yang terdiri dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) tetap berencana mengadakan peringatan Hari Buruh Internasional dengan bentuk bakti sosial membagikan Alat Pelindung Diri (APD) tenaga medis lengkap ke rumah sakit dan klinik, pembagian handsanitizer ke rumah sakit dan masyarakat serta para buruh juga mencanangkan kegitan penggalangan dana untuk memberikan bantuan pokok maupun masker kepada para pekerja yang terkena PHK ataupun masyarakat yang memerlukan.

“Nanti kami akan bergerak serentak. Di Jakarta, Bekasi, Tangerang dan lainnya untuk membagikan ribuan APD. Bukti bahwa buruh peduli tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan penanganan Covid-19,” kata Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea dalam konferensi pers virtual, Rabu (29/4/20).

Kegiatan ini juga menjadi panggung untuk para pekerja yang ingin membuktikan bahwasannya mereka tidak hanya jago berdemo dan tetap memiliki empati dan kepedulian yang tinggi terhadap sesama.

Presiden KSPI Said Iqbal menambahkan, buruh akan melaksanakan May Day dengan kampanye di media sosial serta lewat virtual. Tuntutan yang akan dikampanyekan di medsos yaitu penolakan RUU Omnibus Law Cipta Kerja, PHK di tengah pandemi corona serta meminta agar pengusaha tidak menghapus upah dan THR Lebaran walaupun dimasa sulit ini.

Said Iqbal menuturkan masih banyak buruh yang tetap berkerja. Akibatnya, banyak pekerja yang diduga sudah terpapar COVID-19 dan meninggal. Padahal aturan PSBB sudah diberlakukan ditempat para buruh tersebut bekerja. Mayoritas pabrik masih belum meliburkan buruh-buruhnya.

Melalui media sosial, para buruh menyuarakan tuntutannya terhadap penolakan Omnibus Law Cipta Kerja juga menyerukan penghentian gelombang PHK yang terjadi selama masa pandemi COVID-19. Tak lupa serikat pekerja juga akan menekankan pesan terhadap para pengusaha untuk ikut serta dalam melindungi para pekerjanya dengan cara meliburkan pekerja di masa pandemi namun tetap memberikan THR di tengah masa yang menyulitkan ini.

Selain itu Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban mengaku juga akan menggelar aksi sosial untuk memperingati May Day. Salah satu diantaranya adalah donor darah dan bantuan sosial kepada buruh yang terdampak Covid-19.

“Tahun ini May Day kita memang dalam situasi penuh keprihatinan karena wabah corona,”  imbuhnya.

Referensi :
CNBC Indonesia
Republika
Suara.com
Liputan 6


0 Comments

Leave a Reply