PPI MALAYSIA

Malaysia dan Covid-19

Published by malaysiaadmin on

Nabila Imanina – 18 Maret 2020 | 10.10 MYT

Pandemik covid-19 yang berlangsung di seluruh dunia berhasil membuat beberapa negara kewalahan dalam menangani virus tersebut dikarenakan penyebaran virus yang sangat cepat, menurut data WHO telah tercatat kurang lebih 206,845 orang terinfeksi corona dan telah membunuh kurang lebih 8,272 orang di dunia. Tidak terkecuali Malaysia. Malaysia merupakan salah satu negara dengan peningkatan case tercepat di dunia. Data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Malaysia, dalam kurun waktu yang sangat singkat pada tanggal 15/03/2020 terlapor ada 428 kasus, lalu kemarin (17/03/2020) telah terlapor dengan total 673 kasus, 49 sembuh dan diikuti dengan 2 kematian, kemudian pada hari ini (18/03/2020) yang mana hari pertama pemberlakuan perintah pembatasan gerakan, kasus terkait penyebaran virus ini sudah meningkat menjadi 790 kasus. Peningkatan yang drastis dalam kurun waktu tiga hari terakhir tersebut telah menjadikan Malaysia sebagai negara nomor satu di Asia Tenggara dengan kasus penyebaran covid-19 terbanyak. Peningkatan kasus yang signifikan dari tanggal 15/03/2020 serta desakan dari WHO kepada seluruh pemerintah di dunia untuk bertindak membuat Pemerintah Malaysia bertindak dengan melakukan pengumuman publik mengenai covid-19 yang disiarkan di televisi Nasional oleh Perdana Menteri Malaysia, YAB Tan Sri Dato’ Hj. Muhyiddin bin Hj. Mohd Yassin (16/03/2020) pukul 21.00 MYT. 

Hasil keputusan Perdana Menteri Malaysia menyatakan bahwa, Negara Malaysia mulai tanggal 18/03/2020 sampai dengan 31/03/2020 akan diberlakukan partial lockdown atau perintah pemberlakukan pembatasan gerakan dibawah UU Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular 1988 dan UU Kepolisian 1967 yang singkatnya mengatur:

  1. Pembatasan semua gerakan dan semua pertemuan nasional (mass gathering) termasuk kegiatan shalat Jumat. Pembatasan dilakukan dengan penutupan tempat-tempat umum, ibadah, serta toko/tempat usaha
  2. Pembatasan bagi warga Malaysia untuk ke luar negeri, sedangkan untuk yang warga yang kembali ke Malaysia, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan self quarantine secara sukarela selama 14 hari
  3. Larangan pengunjung asing dan wisatawan ke Malaysia 
  4. Penutupan semua institut pendidikan
  5. Penutupan semua lembaga publik dan swasta 
  6. Penutupan semua bangunan pemerintah dan swasta kecuali layanan penting (air, listrik, energi, dll)

Setelah pengumuman partial lockdown, masyarakat langsung menyerbu gerai-gerai supermarket, sehingga rak-rak yang berisi kebutuhan penting sehari-hari habis terjual. Bahkan pemandangan antrian supermarket yang sangat panjang sudah menjadi pemandangan yang wajar selama tiga hari terakhir ini. Hal ini juga dibicarakan oleh Perdana Menteri pada pengumumannya, bahwa Ia akan terus memantau situasi pasokan makanan, kebutuhan sehari-hari dan masker melalui Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Urusan Konsumen. 

Dengan adanya partial lockdown ini selama dua pekan, diharapkan akan dapat menekan angka kasus covid-19 di Malaysia, hal tersebut tentu tidak mustahil untuk dicapai dengan kerjasama antara masyarakat dan pemerintah yg maksimal. Akan tetapi, dalam konferensi pers yang dilakukan oleh Perdana Menteri Muhyiddin (18/03/2020), jika dalam waktu dua minggu tersebut penyebaran virus gagal dilakukan, maka kemungkinan besar perpanjangan perintah pembatasan pergerakan sangat mungkin terjadi. Semoga dengan adanya partial lockdown, Pemerintah dapat memfasilitasi masyarakatnya dengan baik dan maksimal serta masyarakat juga dapat melakukan tindakan preventif semaksimal mungkin untuk membantu pemerintah melalui; sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizers (jika tidak ada air mengalir), menghindari memegang hidung dan mata, minum vitamin dan air yang cukup, berjemur, social distancing atau self quarantine, dan hanya keluar seperlunya untuk membeli kebutuhan penting.

Tidak lupa, PPI Malaysia pun ikut andil dalam menangani penyebaran covid-19. PPI Malaysia membentuk Panitia Khusus Covid-19 PPI Malaysia. Dengan besar harapan, pansus tersebut dapat membantu dalam menyebarkan informasi penting terkait kondisi terkini virus corona di Malaysia, serta menjadi narahubung bagi WNI yang berada di Malaysia guna membantu kesulitan atau menjawab informasi atas kesulitan yang sedang dihadapi. 

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply