PPI MALAYSIA

Kenapa Kita Harus #StayDiRumah Saat Lockdown?

Published by Nabilla Imanina on

Nabila Imanina – 13 April 2020 | 10.10 MYT

Kenapa kita harus stay di rumah saat lockdown?

Dunia saat ini sedang menghadapi situasi genting disebabkan oleh virus covid-19, nyawa yang terenggut telah mencapai jutaan jiwa. Dengan adanya corona, banyak negara telah menetapkan kebijakan lockdown, salah satunya adalah Malaysia. Bagaimana dengan Indonesia? Saat ini kebijakan lockdown sendiri masih belum diterapkan di Indonesia dikarenakan akan dapat mempengaruhi sektor ekonomi yang sangat amat siginifikan, jika itu terjadi rakyat kecil akan menjadi yang paling pertama terdampak. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2019 mencapai 25,14 juta jiwa atau sekitar 9,82% dari total penduduk,  sebuah angka yang tidak kecil. Maka dari itu, opsi lockdown bukan menjadi pilihan semua negara dalam menangani corona, khususnya negara-negara berkembang atau negara kecil. Sebenarnya, apa sih arti lockdown itu sendiri? Lockdown adalah kira-kira membatasi perpindahan orang, membatasi kerumunan orang, membatasi gerakan orang demi keselamatan bersama atau bisa disebut karantina wilayah sebagaimana diatur dalam UU No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan mengutip dari Mahfud Md Menkopolhukam di detikNews (28/03/2020). 

     Sekarang ini, Jakarta sedang menerapkan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 9 Tahun 2020. Entah itu lockdown, karantina wilayah, ataupun PSBB apapun kebijakan nya semua mendorong warganya untuk membatasi aktivitas yaitu dengan cara untuk tetap berada dirumah. Bahkan, hal ini menjadi tren di jejaring sosial dengan tagar dirumahaja atau #stayathome atau kalau di Malaysia #dudukdirumah. Tren #stayathome menjadi salah satu cara ampuh para influencer dan selebriti untuk menyebarkan awareness tentang betapa pentingnya untuk tetap dirumah dan tidak bepergian. Sebenarnya seberapa penting sih buat kita stay di rumah?

     Penting banget! karena coronavirus ini merupakan virus yang paling tinggi tingkat penularan atau penyebarannya maka dari itu banyak negara yang kewalahan dalam menghadapi kasus-kasus corona yang angkanya terus kian melambung dengan sangat cepat dalam kurun waktu hari saja. Kasus-kasus corona bertambah, sedangkan tenaga medis yang merawat serta alat kesehatan yang tersedia terbatas. Jika hal ini tetap terjadi, maka kita akan kalah telak dengan corona. 

     Gimana caranya dengan kita di dalam rumah bisa bantu tenaga medis yang berjuang disana? Karena walaupun kita gak merasa sakit atau gejala-gejala corona kita bisa aja menjadi carrier! Jika ada orang yang menunjukkan gejala, kita dengan mudah menghindari orang tersebut, sedangkan orang yang tidak mempunyai gejala (asymptomatic) merasa sehat dan berinteraksi dengan orang lainnya sehingga dengan mudah virus tersebut menyebar. Nah, contoh ini menunjukkan bahwa orang sehat pun bisa menjadi carrier yaitu pembawa virus, serem banget kan? Tanpa sadar kita bisa aja jadi carrier dan nularin ke orang-orang tersayang kita bahkan menyebarkan ke masyarakat luas kalo kalian masih tetep beraktivitas diluar. Maka dari itu, aktivitas #dirumahaja bukan sekedar himbauan aja tapi aktivitas penting yang wajib kita jalankan untuk membantu tenaga medis dan pemerintah dalam menekan kasus corona, dan agar aktivitas #dirumahaja kita lebih bermanfaat lagi bantu tenaga medis dan pemerintah kita juga bisa ikutan berdonasi bagi mereka yang kekurangan APD atau mereka yang paling terdampak dengan corona. Jangan lupa untuk selalu cuci tangan, stay safe dan #dirumahaja !

Referensi :

Cebm. Diakses 13/04/2020. Covid-19: what proportion are asymptomatic?. https://www.cebm.net/covid-19/covid-19-what-proportion-are-asymptomatic/

Detik news. Diakses 13/04/2020. Memahami lagi arti lockdown, covid-19, dan pandemi. https://news.detik.com/berita/d-4956587/memahami-lagi-arti-lockdown-covid-19-dan-pandemi

Halodoc. Diakses 13/04/2020. Waspada bahaya silent carrier, pengidap corona tanpa gejala. https://www.halodoc.com/waspada-bahaya-silent-carrier-pengidap-corona-tanpa-gejala

Tirto. Diakses 13/04/2020. Bahaya silent carrier corona, pasien dengan covid-19 tanpa gejala. https://tirto.id/eJh4

Tirto. Diakses 13/04/2020. Arti PSBB yang dibuat untuk cegah penyebaran corona di Indonesia. https://tirto.id/eMXT


0 Comments

Leave a Reply