PPI MALAYSIA

Hukum dan Anime Attack on Titan

Published by Divisi Komunikasi dan Informasi on

ilustrasi Anime Attack on Titan (standfordartsreview.com)

Oleh: Abdurrahman Muhammad Salim

Dalam anime Attack on Titan, sistem The Royal Government atau Pemerintah Kerajaan adalah sistem pemerintahan atas penduduk Pulau Paradis. Dikatakan bahwa Pemerintah Kerajaan memiliki arti penting atas umat manusia bahkan sebelum para Titan pertama kali muncul.

Dari sini kita bisa lihat jika sistem hukum yang dianut Pulau Paradis memiliki kemiripan dengan sistem hukum kerajaan seperti Negara Inggris, Arab Saudi, Thailand, Qatar, dan lain-lain.

Meskipun dalam anime Attack on Titan tidak disebutkan sistem hukum yang dianut seperti common law atau civil law. Akan tetapi dapat kita simpulkan bahwa raja memiliki peran penting dalam memberikan pengadilan terhadap rakyatnya terlepas dari kodifikasi hukum yang ada.

Raja palsu bernama Fritz dalam anime Attack on Titan dilengserkan ketika rakyat dari Pulau Paradis mengetahui kebenaran tersebut. Digantikan oleh Historia Reiss anak dari Rod Reiss sebagai darah kerajaan asli yang dapat menurunkan kekuatan Founding Titan.

Sama seperti halnya di Indonesia, berbohong atas keberadaan kerajaan yang nyatanya palsu adalah tindakan berpidana. Pengadilan berpendapat dalam Pasal 14 ayat 1 UU Darurat Nomor 1 Tahun 1946 tentang Berbuat Keonaran “Mengadili terdakwa (Sunda Empire) terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana menyiarkan berita bohong dengan hukuman masing masing dua tahun penjara”.

Lanjut dalam aspek Hukum Internasional yang terlihat di anime Attack on Titan. Sejarahnya, bangsa Marley membenci bangsa Eldia karena mereka adalah mantan penindas yang dapat merubah diri menjadi titan. Selanjutnya, tetua di zona interniran tidak menyukai tetua di Paradis, karena mereka melihat mereka sebagai sisa dari Kekaisaran Eldian lama yang menindas orang lain.

Dendam bangsa Marley, bertujuan melakukan genosida terhadap bangsa Eldia di Pulau Paradis. Mereka mengambil keuntungan dari anak-anak Eldia dan menggunakan kekuatan titan dalam pertempuran untuk membuat Marley lebih kuat melawan seluruh dunia.

Menurut Statuta Roma dan Undang-Undang no. 26 tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, genosida ialah Perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, kelompok etnis, mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggota kelompok, memindahkan secara paksa anak-anak dalam kelompok ke kelompok lain.

Kejahatan genosida pada hukum pidana internasional merupakan kejahatan luar biasa dan sudah menjadi tindakan yang dilarang yang kemudian dituangkan pada Konvensi Genosida 1948, Statuta International Criminal Tribunals for the Former Yugoslavia (ICTY), Statuta International Criminal Tribunals for Rwanda (ICTR) serta Statuta Roma 1998.


0 Comments

Leave a Reply