PPI MALAYSIA

Audiensi PPI Malaysia dan Pernyataan Sikap dengan KBRI Kuala Lumpur

Published by malaysiaadmin on

Ahmad Naufal Aisyi’    |    Koordinator Departemen Komunikasi dan Informasi

Selasa, 13 Oktober 2020 | 15.55 MYT

Kuala Lumpur – PPI Malaysia baru saja melakukan audiensi dengan pihak KBRI Kuala Lumpur dengan melakukan serangkaian agenda dialog dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur mengenai tema “Keberlangsungan Pendidikan di Malaysia di Tengah Pandemi Covid-19” pada Selasa (13/10). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penyampaian aspirasi dari PPI Malaysia serta PPI Cabang yang ikut hadir dalam acara tersebut. Adapun, rangkaian acara dilakukan secara hybrid dimana peserta hadir secara face-to-face ke KBRI Kuala Lumpur, atau secara langsung dengan jumlah 19 orang perwakilan PPI Malaysia dan beberapa PPI Cabang Kampus seperti PPI IIUM, PPI UM, PPI UPM, PPI APU, PPI HELP dan PPI UiTM. Sisanya, peserta lainnya yang terdiri dari para ketua PPI Cabang dan pengurus PPI Malaysia dapat bergabung melalui platform Zoom Meeting yang telah disediakan oleh PPI Malaysia.

Acara audiensi dibuka dengan sambutan Ketua Umum PPI Malaysia, Sambutan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, dan dilanjutkan dengan diskusi kemahasiswaan. Rangkaian acara tersebut berlangsung selama dua jam dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PPI Malaysia, Saudara Muhammad Rajiv Syarif, selaku moderator diskusi, dan Bapak Dr. Muhammad Farid Maruf,  Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, sebagai perwakilan KBRI Kuala Lumpur itu sendiri.

Suasana diskusi yang berlangsung dengan sangat khidmat, penuh dengan keakraban, serta penyampaian aspirasi dan diskusi yang dijalankan pun langsung dijawab oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur.

Tidak lupa, rangkaian audiensi yang telah dilangsungkan, nantinya diharapkan dapat memberikan informasi dan menindak lanjuti aspirasi mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Malaysia seperti ketersediaan lokasi laboratorium riset, biaya perkuliahan di tengah pandemi, dan permasalahan yang dihadapi mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Malaysia lainnya.

Ketika diskusi mahasiswa dengan KBRI Kuala Lumpur dilaksanakan, rangkaian selanjutnya setelah audiensi tersebut diakhiri dengan penyerahan Pernyataan Sikap oleh PPI Malaysia dengan mengangkat isu UU Cipta Kerja/ Omnibus law yang sedang hangat diperbincangkan dan menuai perdebatan di Indonesia. Mewakili Kuasa Usaha Ad Interim, yakni Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, langsung menerima pernyataan sikap tersebut disaksikan oleh semua ketua PPI Kampus yang hadir.

Dalam sambutannya, Bapak Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kuala Lumpur, Dr. Muhammad Farid Marud, menyampaikan tentang daya kritis mahasiswa akan mengalami sedikit demi sedikit perubahan seiring dengan perkembangan pengalaman yang dia dapatkan. Beliau mengutip, “Semakin banyak tau, semakin lambat anda mengambil keputusan”.

Saudara Muhammad Rajiv Syarif selaku Ketua Umum PPI Malaysia menambahkan bahwa dalam FGD (Forum Group Discussion) khusus yang membahas UU Cipta Kerja sejatinya melibatkan para ketua PPI kampus yang terdiri dari para dosen dan mahasiswa yang belajar di Malaysia, sehingga rumusan pernyataan sikap dianggap lebih proporsional karena melihat dari banyak sisi dan ia juga menepis hoax yang menyatakan PPI Malaysia akan melaksanakan demonstarsi. “PPI Malaysia membuka ruang diskusi akademik dengan pelaksanaan Focus Group Discussiondan dipastikan PPIM tidak akan melakukan demonstrasi di Malaysia di tengah kenaikan kasus COVID-19” demikian pernyataan Rajiv.

Di akhir sambutannya, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur mengingatkan kembali untuk tetap menjaga kesehatan, mejaga diri, dan tetap menjaga jarak, karena mahasiswa adalah aset dunia dan bangsa.

 

 

Categories: Berita

1 Comment

indonesianfoodkps · 4 November, 2020 at 8:28 AM

I think this web site has got very good indited subject material blog posts.

Leave a Reply